Tak Mau Bergantung Konten Kreator, Diah Warih Unggah Pesan Positif di Medsos Lewat Karya Sendiri

0
8

SOLO, AYOSOLO.ID – Tak mau bergantung konten kreator, Diah Warih unggah pesan positif di medsos lewat karya sendiri.

Pegiat sosial asal Kota Solo, Diah Warih Anjari dikenal sebagai seorang Srikandi yang bergerak di berbagai bidang.

Bertemu dengan orang banyak, menjadikannya sebagai sosok perempuan dari Kota Solo yang dikenal luas, baik di Kota Bengawan maupun lingkup nasional.

Berada di tengah gempuran digitalisasi, lantas tak membuat Diah Warih canggung. Sebaliknya, era digitalisasi pada perkembangan modern saat ini dilahapnya tanpa adanya kecanggungan.

“Adaptasi di era digital ini sangat menarik bagi saya. Sebagai perempuan, perubahan zaman harus kita ikuti, termasuk pada era digitalisasi modern saat ini,” tegas Diah Warih yang akrab disapa Diwa, Minggu 17 April 2022 kepada Ayosolo.

Baginya, perempuan memiliki peran dan potensi yang sangat besar dalam kemajuan bangsa Indoensia melalui transformasi era digital saat ini.

“Perempuan saat ini sudah tidak takut dengan perkembangan digital. Bahkan peranan perempuan Indonesia dalam perkembangan transformasi informasi di era digital sangat luar biasa,” urai pendiri Diwa Center tersebut.

Pemilik puluhan perusahaan di berbagai bidang ini mengatakan, perkembangan era digital tidak membuat perempuan Indonesia surut dalam membangun bangsa dan negara.

Justru sebaliknya, menurutnya perempuan Indonesia berada di barisan terdepan dalam pembangunan bangsa di era digital meskipun dalam tekanan pandemi Covid-19.

“Salah satu cara saya menyampaikan optimisme di tengah pandemi dengan mengirimkan pesan digital ke kolega. Mencintai NKRI adalah tugas kita bersama. Dari situ saya juga bertanggung jawab menyampaikan pesan optimistis ke khalayak untuk bangkit dari pandemi Covid-19,” tuturnya.

Diah Warih sebagai pegiat sosial dikenal menyampaikan ungkapan positif dan optimisme di tengah perubahan zaman saat ini.

Pesan-pesan positif dan optimisme untuk bangsa dan negara itu disampaikan melalui desain digital yang setiap hari tersampaikan melalui kolega-koleganya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Uniknya, sebagai Srikandi pegiat sosial dari Solo, Diah Warih mendesain pesan digital tersebut tanpa bantuan siapa pun atau dari konten kreator mana pun.

“Saya mendesain sendiri. Awalnya saya belajar untuk menjadi konten kreator bagi diri saya pribadi. Konten digital saya ini setiap hari tersampaikan ke seluruh kolega-kolega di Indonesia,” terang founder Diah Warih Foundation (Di-Fo).

Pesan-pesan digital tersebut disampaikannya melalui status di WhatsApp, WhatsApp grup, YouTube, maupun Instagram milik pribadi maupun yayasannya.

“Setiap desain, pasti memiliki makna mendalam. Foto dan keterangan yang saya buat secara digital itu minimal sehari sekali saya buat. Paling lama satu desain 15 menit,” imbuh perempuan yang saat ini masih menempuh studi di UKI tersebut.

Kalimat-kalimat positif dan optimisme yang dirangkum dalam tanda pagar (tagar) #KataDiwa tersebut berisikan motivasi untuk mencintai negara Indonesia dan berkarya sesuai bidang dan keahlian masing-masing.

Salah satu contohnya saat Diwa Warih bersama tim Diwa Foundation (Di-Fo) di Kabupaten Sumba Barat Daya mengajak anak-anak mecintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Terdampak Pembangunan Proyek Islamic Center, 35 Rumah Warga di Gilingan Bakal Direlokasi

Dokumentasi kegiatan Diwa tersebut disampaikan ke kolega dalam sebuah desain digital yang sangat menarik. Ternyata, desain digital tersebut hasil karya dari Diah Warih.

“Saya ingin menyampaikan pesan positif ke seluruh penjuru negeri. Perempuan Indonesia itu hebat, perempuan Indonesia itu memiliki peran penting untuk negeri ini. Pesan-pesan tersebut dibuat dalam pesan digital karena saat ini adalah era digitalisasi modern,” pungkas Diah Warih Anjari. *** (SUMBER)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here